Penumbuh Rambut Balita

Featured

PENUMBUH RAMBUT BALITA

Banyak bayi yang lahir dengan sedikit rambut yang sangat tipis atau tanpa rambut sama sekali. Ada juga bayi yang baru lahir mempunyai rambut banyak tetapi pada saat setelah di cukur justru rambut yang tumbuh sangat sedikit sekali bahkan sangat tipis sekali. Mungkin pada saat awal bayi baru lahir kita tidak khawatir karena bisa jadi kita berfikir bahwa pada beberapa bulan kemudia rambut buah hati kita akan tumbuh lebat…. Tapi apa jadinya jika sampai buah hati kita berumur 5bulan belum juga tumbuh atau hanya tumbuh rambut hanya sedikit sekali…??

Menurut penelitian, kesehatan keseluruhan pada tubuh bisa dilihat dari kondisi rambut. Karena kondisi rambut sangat ditentukan oleh berbagai macam faktor sepert: asupan gizi yang kurang baik sampai pada faktor keturunan. Sebetulnya hal tersebut tidak hanya berlaku pada balita atau bayi saja tetapi berlaku juga pada orang Dewasa. Kondisi Rambut yang tidak sehat pada bayi dan balita seperti gambar diatas adalah hal yang dapat menjadikan para orang tua khawatir akan pertumbuhan rambut buah hati-nya dimasa yang akan datang.

Pertumbuhan rambut bayi dan balita yang sangat lambat bisa terjadi karena banyak faktor diantaranya adalah:

  1. Gizi. Asupan gizi yang cukup jelas akan memengaruhi tekstur rambut. Mereka yang asupan gizi-nya kurang biasanya rambutnya lebih tipis, kering, gampang patah dan rontok, serta cenderung berwarna kemerah-merahan atau berwarna seperti rambut jagung.
  2. Hormon. Salah satunya hormon androgen yang terdapat dalam tubuh ibu selagi hamil. Bisa dipahami mengapa rambut bayi yang baru lahir biasanya sangat lebat. Namun, karena bayi belum bisa memproduksi hormon androgen sendiri, lama-kelamaan efek androgen yang terbawa dari ibunya hilang. Rambut si kecil pun akan rontok, berganti dengan rambut aslinya yang mungkin lebih tipis.
  3. Lingkungan ternyata juga punya andil. Banyak terpapar sinar matahari dan polusi udara akan membuat rambut kusut, kusam dan gampang patah/rontok.
  4. Penyakit. Antara lain seboroik yang menyebabkan munculnya ketombe. Rambut kotor oleh serpihan kerak kulit kepala rontok dan tipis.

Perlu diingat bahwa beberapa bayi yang baru lahir terkadang terdapat semacam kotoran pada kulit kepala atau yang biasa di sebut “kili-kili”, kili-kili ini bisa juga menjadikan rambut bayi rapuh dan susah untuk tumbuh karena pada dasarnya kili-kili ini adalah kotoran yang ada pada saat bayi dalam rahim ibu. Timbulnya kili-kili ini biasanya terjadi karena kurang bersih-nya perawat / bidan pada saat memandikan pada dikala lahir.

Bayi atau Balita dengan pertumbuhan rambut yang lambat bukanlah sesuatu yang mengharuskan para orangtua menjadi khawatir dan langsung mengambil keputusan yang salah untuk menggunakan segala macam obat penumbuh rambut…!

Karena rambut bayi dan balita masih sangat sensitif maka sebaiknya mencari Produk Penumbuh Rambut Bayi dan Balita yang sangat aman dan tanpa bahan kimia.

FUNGSI Minyak Kemiri GREEN ANGELICA:

Menumbuhkan dan menyuburkan Rambut Balita (Mulai Usia 2bln)
Memperbaiki Rambut Bercabang
Melembutkan Rambut
Menghitamkan Rambut Kusam
Aman Tanpa Efek Samping karena AsliMinyak Kemiri Bakar

Isi: 110ml/botol (Untuk Pemakaian -/+ 1bulan)

Harga: Rp.150.000/btl

Pemesanan bisa juga melalui agen-agen Green Angelica Jakarta & Wilayah Lain berikut ini :

JAKARTA SELATAN

Betty: 0815.1138.9144 / Pin BB: 23852AC3

Jl. Lapangan Ros II no. 12 Rt.12 Rw.5

Bukit Duri – Tebet  - Jakarta Selatan

JAKARTA TIMUR

Jl. Kerjabhakti VII / 66  Jakarta Timur

Call / sms :  081513998772

Pin BB : 28374387

 

JAKARTA UTARA

Jl. Komplek PLN Blok C No. 85 Kelapa Gading

Call / sms :  08174973025

Pin BB : 28A64D25

 

BOGOR

Pakuan Regency, Jl. Linggabuana Blok B 6 no.5 Bogor

Call/ sms :  085213430238 ( Umi Lestari )

 

BINTARO

Emerald residence  F 28 Bintaro jaya  sektor 9 Tangerang

Call/ sms :  08561046548

 

DEPOK

Call/ sms :  081806840995 

 Pin BB :  2751F691

 

CIKARANG

Mama Noval

Perumahan Bukit Indah Pratama Blok AE 3 No. 18 Cikarang Selatan

Call/ sms :  085810707082

 

JAWA BARAT

Djaluli

Jln. Durian No. 20 Bumi Kalijaga Permai, Cirebon

Call/ sms :  08122200426

KARAWACI – TANGGERANG

Arif

Call / SMS: 081324913054

Pin BB: 26012439

DEPOK

Mahmud

Call / SMS: 082113163795

Pin BB: 320CFFDC

Masalah Rambut Pada Anak dan Balita

MENGAPA kondisi rambut dapat menjadi cerminan kondisi kesehatan secara keseluruhan? Jawabannya karena kondisi rambut ditentukan oleh berbagai fakor, seperti asupan gizi, kondisi kesehatan, sampai faktor keturunan. Nah, bagaimana kalau rambut ananda seperti ini?


* TIPIS
Tak perlu khawatir jika rambut si kecil tergolong tipis. Selama ia sehat, tak ada masalah kok. Menggunduli rambut bayi hanyalah tradisi. Dari sisi medis, tak ada kaitan antara mencukur rambut dengan kondisi rambut selanjutnya. Yang menentukan tipis tebalnya rambut adalah empat faktor berikut:
- Genetik. Kalau orangtua dan kakek-neneknya berambut tipis, digunduli 100 kali pun tetap saja si anak berambut tipis. Begitu juga sebaliknya.

- Gizi. Asupan gizi yang cukup jelas akan memengaruhi tekstur rambut. Mereka yang asupan gizi-nya kurang biasanya rambutnya lebih tipis, kering, gampang patah dan rontok, serta cenderung berwarna kemerah-merahan.

- Hormon. Salah satunya hormon androgen yang terdapat dalam tubuh ibu selagi hamil. Bisa dipahami mengapa rambut bayi yang baru lahir biasanya sangat lebat. Namun, karena bayi belum bisa memproduksi hormon androgen sendiri, lama-kelamaan efek androgen yang terbawa dari ibunya hilang. Rambut si kecil pun akan rontok, berganti dengan rambut aslinya yang mungkin lebih tipis.

- Lingkungan ternyata juga punya andil. Banyak terpapar sinar matahari dan polusi udara akan membuat rambut kusut, kusam dan gampang patah/rontok.

- Penyakit. Antara lain seboroik yang menyebabkan munculnya ketombe. Rambut kotor oleh serpihan kerak kulit kepala rontok dan tipis.

* TIDAK TUMBUH
Penyebabnya diduga akibat kelainan genetik. Atau sangat mungkin selagi hamil ibu mengalami gangguan serius, seperti terkena paparan radiasi, bahan kimia, atau radioaktif. Akibatnya, sejak lahir bayi tak memiliki rambut, bahkan tidak tumbuh-tumbuh seiring pertambahan umurnya. Untungnya, kasus ini sangat jarang terjadi.

* RONTOK
Sebetulnya rambut tumbuh setiap hari sehingga masih tergolong wajar dan bisa ditoleransi bila kerontokannya tidak lebih dari 100 helai setiap hari dan berlangsung tidak lebih dari 3 bulan lamanya. Di luar itu, kerontokan yang tidak merata alias hanya di tempat-tempat tertentu, tak ada jalan lain kecuali segera bawa ke dokter. Kerontokan tak wajar ini biasanya terjadi pada anak selepas balita ketika tubuhnya menghasilkan antibodi yang berkemungkinan merusak akar rambut sehingga rambut tidak tumbuh (Alofecia totalis). Penyakit bawaan ini tak hanya membuat rambutnya rontok di seluruh kepala, tapi juga alis dan bulu mata. Namun jika cepat tertangani, gangguan ini bisa diatasi.

* KETOMBE
Kata ini tidak asing lagi di telinga kita. Penyebabnya adalah eksim atau keringat yang berlebih. Eksim pada kulit kepala bisa tumbuh subur jika rambut dan kulit kepala tergolong berminyak. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh stres, kebiasaan makan yang tidak teratur, dan kurang tidur. Mengatasinya? Keramas setiap kali terkena keringat berlebih. Gunakan sampo untuk rambut berketombe yang cocok. Bila keluhan tergolong parah; gatal luar biasa atau kulit kepala sudah dipenuhi eksim atau jamur, tak ada cara lain kecuali konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.

* BERCABANG
Penyebabnya bisa karena faktor internal berupa asupan gizi yang kurang, kekacauan produksi hormon, atau menderita penyakit tertentu.

Mengatasinya tentu disesuaikan dengan akar penyebabnya. Penuhi kebutuhan anak dengan prinsip gizi seimbang, cukup dan beragam. Barengi dengan pengobatan terhadap penyakit yang sedang diidap. Sedangkan faktor eksternal yang menjadi penyebab antara lain polusi udara, lingkungan yang kurang sehat, sering terpapar teriknya sinar matahari, tindakan manipulatif terhadap rambut seperti penggunaan hair dryer, pengeritingan, pengecatan, pelurusan maupun penggunaan bahan-bahan kimia lain secara tidak tepat atau berlebihan pada rambut. Untuk mengurangi keluhan ini, perbaiki sanitasi lingkungan, pakailah payung atau topi sebagai pelindung kepala saat harus berada di bawah terik matahari, dan minimalkan penggunaan bahan-bahan kimiawi serta tindakan manipulatif pada rambut. Contohnya, daripada mengeringkan rambut dengan hair dryer, lebih baik angin-anginkan sebentar secara alami.

* BERKUTU
Sebersih apa pun kondisi rambut anak di rumah, begitu ia ke luar rumah, terbuka kesempatan baginya untuk tertular kutu rambut. Menghindarinya? Jangan malas me-nyisirnya dan rajin-rajinlah mengecek kondisi rambutnya. Jika kedapatan kutu, gunakan obat antikutu rambut yang aman bagi kulitnya. Kemudian selubungi rambutnya dengan handuk selama beberapa jam atau semalaman. Menyisirinya dengan sisir khusus, membersihkan rambutnya helai demi helai dari telur dan kutu rambut adalah langkah terbaik. Rajin-rajinlah membersihkan seprai, sarung bantal dan benda-benda lain memungkinkan kutu rambut bertahan hidup.

* BERJAMUR
Menurut hasil penelitian Boni E. Elewski, MD, seorang profesor dermatologi di Universitas Alabama Birmingham, ada sejenis jamur yang kerap menyerang kepala anak-anak, yakni T. tonsurans.

Jamur ini bisa mengakibatkan infeksi ringworm yang menimbulkan rasa gatal pada kulit kepala. Ironisnya, anak-anak di kota besar lebih rentan terkena infeksi ini. Terutama bila kondisi lingkungannya kurang bersih. Apalagi cara penularannya relatif sangat mudah, bisa dari binatang peliharaan yang terinfeksi, maupun penggunaan bersama sisir/sikat rambut, topi, dan media di kepala lainnya, seperti bando, jepit, dan helm.

Infeksi oleh ringworm, gejalanya antara lain berupa ruam, bercak merah berbentuk cincin atau uang logam di sekitar perut, leher, paha, dan punggung yang bagian pinggirnya terasa kasar namun halus di bagian tengahnya. Bila mengenai kulit kepala, akan muncul sisik yang mirip dengan ketombe. Agak sulit membedakannya dengan ketombe karena secara kasat mata gejalanya sangat mirip. Hanya saja kadang kala, infeksi ringworm membuat kulit kepala mengeras akibat adanya sisik yang berlapis-lapis. Meski tidak berbahaya, bila dibiarkan infeksi ini akan berdampak buruk pada kondisi rambut anak. Kerontokan rambut semakin hebat dan akhirnya memunculkan terjadinya kebotakan permanen.

Menghindarinya? Biasakan tiap anggota keluarga menggunakan peralatan kecantikan sendiri-sendiri, termasuk sisir, topi, bandana, bando, pita, bahkan ikat rambut. Secara berkala cucilah sisir menggunakan sampo dan air hangat.

Jamur lain yang juga menyebabkan infeksi adalah jamur penyebab kurap Tinea capitis. Gejalanya berupa kulit kemerahan, bersisik dan terjadi penebalan/pembengkakan yang disertai rasa gatal yang amat mengganggu. Gangguan jamur ini dibedakan menjadi 3, yaitu white dot (bentuknya seperti pitak namun masih terdapat tunggul rambut), graypatch (rambut rontok sendiri tanpa ada tunggul rambut) dan kerion celsi. Kedua gangguan pertama masih bisa diatasi dengan sampo khusus dan obat antijamur. Sedangkan yang terakhir adalah gangguan yang paling parah yang menimbulkan nyeri dan gatal hebat. Kulit kepala penderita akan dipenuhi bisul dan koreng sehingga gangguan ini akrab disebut sarang tawon. Jika tak diatasi, infeksi jamur kerion bisa menyebabkan pitak permanen. Pengobatannya tidak cukup hanya dengan antijamur, tapi juga antibiotik.

* UBAN
Yakni berubahnya warna rambut dari warna rambut secara keseluruhan. Ada yang disebut heterokromia, yakni sekelompok rambut yang berbeda warna dari kelompok rambut lainnya.
Contohnya, warna rambut di alis ataupun kumis dan jenggot pada kelompok berumur yang sedikit berbeda dari warna rambut di kepala. Ada juga yang berbeda warna rambutnya antara lokasi yang satu dari lainnya yang kemungkinan disebabkan oleh gangguan persarafan kulit. Pada kelainan yang dikenal sebagai Somatic mozaic ini akan dijumpai rambut berwarna putih sejumput-sejumput di lokasi tertentu.

Penyebab lainnya adalah kelainan genetik berupa albino yang biasanya bersifat parsial. Misalnya sejumput rambut di bagian depan kepala atau white forelock. Ada juga kelainan yang disebut poliosis akibat vitiligo, atau berhentinya pembentukan pigmen rambut. Akibatnya, kulit akan berwarna belang-belang putih dan rambut di bagian kulit tersebut juga berwarna putih.

Bila si kecil beruban, biasanya tim dokter akan mencari kaitannya dengan masalah endokrin/hormonal maupun masalah metabolisme. Bukan tidak mungkin kondisi ini terkait dengan penyakit lain, seperti kelainan saraf. Bisa jadi sebelumnya anak menderita penyakit tertentu dan begitu sembuh, muncullah uban tersebut.

Gangguan yang bersifat genetik biasanya tak bisa diapa-apakan. Jangan pernah mengecatnya karena dikhawatirkan malah berdampak buruk. Selain itu, lindungi tubuh anak, khususnya mata dari paparan sinar matahari secara langsung karena iris mata anak seperti ini tak memiliki pigmen sehingga tak terlindungi.

Bila penyebabnya adalah kondisi kurang gizi, tentu bisa diperbaiki dengan pemberian nutrisi yang baik. Tanpa asupan nutrisi yang cukup, lama-lama bukan cuma uban, tapi rambut pun tidak tumbuh.